17 Jenis Tanah Di Indonesia

Ada beberapa jenis tanah di Indonesia yg wajib petani tahu agar tidak gagal dalam bertani. Media tanah /tanam menentukan jenis pupuk yg di berikan. 

1. Tanah aluvial

Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang terjadi karena endapan lumpur biasanya yang terbawa karena aliran sungai. Tanah ini biasanya ditemukan dibagian hilir karena dibawa dari hulu. Tanah ini biasanya bewarna coklat hingga kelabu. Tanah ini sangat cocok untuk pertanian baik pertanian padi maupun palawija seperti jagung, tembakau dan jenis tanaman lainnya karena teksturnya yang lembut dan mudah digarap

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah aluvial
2. Tanah andosol
Tanah andosol merupakan salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk karena adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini sangat subur dan baik untuk tanaman. Warna dari tanah andosol coklat keabu-an. Tanah ini sangat kaya dengan mineral, unsure hara, air dan mineral sehingga sangat baik untuk tanaman. Tanah ini sangat cocok untuk segala jenis tanaman yang ada di dunia. persebaran tanah andosol biasanya terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah andosol

3. Tanah entisol
Tanah entisol merupakan saudara dari tanah andosol namun biasaya merupakan pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu, pasir, lahar, dan lapili. anah ini juga sangat subur dan merupakan tipe tanah yang masih muda. Tanah ini biasanya ditemukan tidak jauh dari area gunung berapi bisa berupa permukaan tanah tipis yang belum memiliki lapisan tanah dan berupa gundukan pasir seperti yang ada di pantai parangteritis Jogjakarta.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah entisol

4. Tanah grumusol
Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Kandungan organic di dalamnya rendah karena dari batuan kapur jadi dapat disimpulkan tanah ini tidak subur dan tidak cocok untuk ditanami tanaman. Tekstur tanahnya kering dan mudah pecah terutama saat musim kemarau dan memiliki warna hitam. Ph yang dimiliki netral hingga alkalis. Tanah ini biasanya berada di permukaan yang tidak lebih dari 300 meter dari permukaan laut dan memiliki bentuk topografi datar hingga bergelombang. Perubahan suhu pada daerah yang terdapat tanah grumusol sangat nyata ketika panas dan hujan.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah grumusol

5. Tanah humus
Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Mengandung banyak unsur hara dan mineral dan sangat subur. Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena kandungannya yang sangat subur dan baik untuk tanaman. Tanah ini memiliki unsur hara dan mineral yang banyak karena pelapukkan tumbuhan hingga warnanya agak kehitam hitaman.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah humus
6. Tanah Inceptol
Tanah Inceptol  terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf dengan warna agak kecoklatan dan kehitaman serta campuran yang agak keabu-abuan. Tanah ini juga dapat menopang pembentukan hutan yang asri. Ciri-ciri tanah ini adalah adanya horizon kambik dimana horizon ini kurang dari 25% dari horizon selanjutnya jadi sangatlah unik. Tanah ini cocok untuk perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit.Serta untuk berbagai lahan perkebunan lainnya seperti karet.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah Inceptol

7. Tanah laterit
Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung banyak zat besi dan alumunium. Di indonesia sendiri tanah ini sepertinya cukup fimiliar di berbagai daerah, terutama di daerah desa dan perkampungan. Tanah laterit termasuk dalam jajaran tanah yang sudah tua sehingga tidak cocok untuk ditanami tumbuhan apapun dan karena kandungan yang ada di dalamnya pula.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah laterit

8. Tanah Latosol
Jenis tanah ini juga salah satu yang terdapat di Indonesia, tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf.

Karakteristik Tanah Latosol

Ciri-ciri dari tanah latosol adalah warnanya yang merah hingga kuning, teksturnya lempung dan memiliki solum horizon. Persebaran tanah litosol ini berada di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kelembapan yang tinggi pula serta pada ketinggian berkisar pada 300-1000 meter dari permukaan laut. Tanah latosol tidak terlalu subur karena mengandung zat besi dan alumunium.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah Latosol

9. Tanah litosol
Tanah litosol merupakan tanah yang baru mengalami perkembangan dan merupakan tanah yang masih muda. Terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi dan adanya vulkanisme.

Karakteristik tanah litosol

Untuk mengembangkan tanah litosol ini harus dilakukan dengan cara menanam pohon supaya mendapatkan mineral dan unsur hara yang cukup. tekstur tanah litosol bermacam-macam ada yang lembut, bebatuan bahkan berpasir.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah litosol

10. Tanah kapur 
Seperti dengan namanya tanah kapur berasal dari batuan kapur yang mengalami pelapukan.

Karakteristik Tanah kapur 

Karena terbentuk dari tanah kapur maka bisa disimpulkan bahwa tanah ini tidak subur dan tidak bisa ditanami tanaman yang membutuhkan banyak air. Namun jika ditanami oleh pohon yang kuat dan tahan lama seperti pohon jati dan pohon keras lainnya.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah kapur 

11. Tanah organosol

Tanah organosol terbentuk dari pelapukan benda organic seperti tumbuhan, gambut dan rawa. Biasanya terdapat di daerah yang memiliki iklim basah dan memiliki curah hujan tinggi.

Karakteristik tanah organosol

Ketebalan dari tanah ini sangat minim hanya 0.5 mm saja dan memiliki diferensiasi horizon yang jelas, kandungan organic di dalam tanah organosol lebih dari 30% dengan tekstur lempung dan 20% untuk tanah yang berpasir. Kandungan unsur hara rendah dan memiliki tingkat kelembapan rendah (PH 0,4) saja.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah organosol

12. Tanah oxisol

Tanah oxisol merupakan tanah yang kaya akan zat besi dan alumunium oksida. Tanah jenis ini juga sering kita temui di daerah tropis di Indonesia dari daerah desa hingga perkotaan.

Karakteristik tanah oxisol

Ciri-ciri dari tanah oxisol ini antara lain adalah memiliki solum yang dangkal dan ketebalannya hanya kurang dari 1 meter saja. warnanya merah hingga kuning dan memiliki tekstur halus seperti tanah liat.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah oxisol
13. Tanah mergel

Hampir sama dengan tanah kapur, jenis tanah ini juga berasal dari kapur, namun dicampur dengan berbagai bahan lainnya yang membedakan adalah ia lebih mirip seperti pasir. Tanah mergel terbentuk dari batuan kapur, pasir dan tanah liat dan mengalami pembentukan dengan bantuan hujan namun tidak merata.

Karakteristik Tanah mergel

Tanah ini subur dan bisa ditanami oleh persawahan dan perkebunan. Selain itu juga terdapat banyak mineral dan air di dalamnya.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah mergel

14. Tanah podsol

Tanah podsol memiliki berbagai campuran tekstur mulai pasir hingga bebatuan kecil.

Karakteristik Tanah podsol

Ciri-ciri dari tanah podsol antara lain tidak memiliki perkembangan profil, warnanya kuning hingga kuning keabuan serta memiliki tekstur pasir hingga lempung. Kandungan organiknya sangat rendah karena terbentuk dari curah hujan yang tinggi tapi suhunya rendah.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah podsol

15. Tanah Podsolik Merah-Kuning

Tanah ini sangat mudah ditemukan di seluruh wilayah Indonesia karena persebarannya yang hampir rata.

Karakteristik Tanah Podsolik Merah-Kuning

Tanah ini bewarna merah hingga kuning dan kandungan organic serta mineralnya akan sangat mudah mengalami pencucian oleh air hujan. Oleh karena itu untuk menyuburkan tanah ini harus ditanami tumbuhan yang memberikan zat organic untuk kesuburan tanah serta pupuk baik hayati maupun hewani.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah Podsolik Merah-Kuning

16. Tanah Pasir

Seperti dengan namanya tanah pasir merupakan pelapukan dari batuan pasir.  Tanah ini biasanya banyak di daerah sekitar pantai atau daerah kepulauan.

Karakteristik Tanah Pasir

Tanah pasir tidak memiliki kandungan air dan mineral karena teksturnya yang sangat lemah. Tanah pasir akan sangat mudah ditemukan di daerah yang berpasir di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah tanah pasir terluas di dunia. Jenis tanaman yag cocok untuk tanah ini adalah umbi-umbian.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah Pasir

17. Tanah liat

Tanah liat adalah jenis tanah yang terdiri dari campuran dari aluminium serta silikat yang memiliki diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat terbentuk dari adanya proses pelapukan batuan silika yang dilakukan oleh asam karbonat dan sebagian diantaranya dihasilkan dari aktivitas panas bumi.

Karakteristik Tanah liat

Tanah liat tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia secara merata. Biasanya digunakan untuk membuat kerajinan hingga keperluan lainnya. Tanah liat biasanya memiliki warna abu abu pekat atau hampir mengarah ke warna hitam, biasanya terdapat di bagian dalam tanah ataupun di bagian permukaan.

17 Media Jenis Tanah Di Indonesia
Tanah liat

Demikian postingan tentang 17 Jenis Tanah Di Indonesia. Semoga Bermanfaat.

Read more

Morfologi Siklus Hidup dan Gejala Klinis Trichuris trichiura

Trichuris trichiura adalah nematoda yang masuk dalam kelas Adenophorea. Karakteristik kelas Adenophorea  adalah tidak memiliki phasmid atau tidak memiliki sistem ekskresi

Morfologi

Cacing Trichuris trichiura dewasa memiliki bagian anterior panjang dan ramping. Bagian posterior tebal. Bentuk secara keseluruhan seperti cambuk sehingga sering kali disebut dengan cacing cambuk. individu jantan lebih kecil daripada betina.

perbedaan ukuran Trichuris trichiura jantan dan betina
Trichuris trichiura (a) betina (b) jantan

Siklus hidup Trichuris trichiura
Trichuris trichiura dewasa biasanya menempati usus besar inang (manusia). namun juga dapat berada dalam usus buntu dan juga rektum. Trichuris trichiura betina dapat memiliki 5.000 telur setiap harinya. Telur berukuran sekitar 50 x 22 um. Telur kemudian akan terbawa feses keluar dari tubuh manusia. Telur akan mengalami perkemanan pada kondisi lembab dan hangat. Perkembangan Larva di dalam telur membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 minggu. Manusia akan terinfeksi jika makan atau minum dengan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh telur cacing tersebut.

  1. Siklus hidup cacing jenis ini dimulai dari keluarnya telur trichuris trichiula bersama tinja, telur tersebut akan mengalami pematangan di dalam tanah. Dalam proses ini pematangan telur cacing membutuhkan waktu selama 3 minggu hingga 5 minggu, telur yang sudah matang akan bersifat infektif yang kemudian dapat menginfeksi manusia.
  2. Prosesnya dapat melalui vektor mekanik atau benda lainnya yang telah terkontaminasi. Misalnya tanah telah terkontaminasi oleh tinja manusia (yang mengandung telur cacing cambuk) atau sayuran yang disemprot menggunakan pupuk feses. Infeksi akan langsung terjadi apabila tinja tersebut mengandung terlu yang sudah siap untuk menetas, maka akan menetas didalam usus apabila telur tersebut tertelan oleh manusia.
  3. Dalam proses penetasan telur, maka larva akan keluar melalui dinding telur dan masuk kedalam usus halus. Setelah dewasa, cacing yang berada pada bagian distal usus akan menuju ke daerah colon. Masa pertumbuhan telur menjadi cacing selama 30 hingga 90 hari. Cacing betina dan jantan akan melakukan kopulasi.
  4. Pada saat cacing betina bertelur maka akan bercampur dengan feses di dalam usus besar dan keluar bersama feses. Telur akan mengalami pematangan selam kurang lebih 6 minggu. Proses pematangan akan berjalan dalam tanah yang lembab dan tempat yang teduh. Inang dari trichuris trichiula adalah manusia. Siklus hidup trichuris trichiula berkaitan dengan apa yang dikonsumsi oleh manusia.

gambar siklus hidup Trichuris trichiura
Siklus hidup Trichuris trichiura

Epidemiologi

    Trichuris trichiula (cacing cambuk) dapat ditularkan melalui tanah dan merupakan cacing parasite paling umum. Infeksi ini dapat terjadi di daerah yang terdapat pupuk tinja manusia atau membuang tinja sembarangan terutama di tanah. Cacing dapat menyebar dari manusia ke manusia lainnya melalui penularan tinja-oral atau melalui makanan yang terkontaminasi tinja. Distribusi cacing ini dapat terjadi lebih sering pada daerah dengan cuaca tropis. Penularan ini dapat dicegah dengan tidak membuang tinja di sembarang tempat.

Gejala Klinis Terifeksi Trichuris trichiura

Secara umum, gejala orang yang terinfeksi cacing cambuk, yaitu :

  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Berat badan turun secara drastis

Pasien yang terinfeksi cukup berat dapat menunjukkan gejala seperti berikut :

  • Anemia
  • Diare dan feses bercampur darah
  • Sakit perut, mual dan muntah
  • Terjadi prolapsus rektum akibat mengejan yang sering
  • Terjadi peradangan pada bagian mukosa usus

Langkah Pencegahan supaya tidak terinfeksi Trichuris trichiura
  • Biasakan cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan
  • Cuci tangan setelah berkontak langsung dengan tanah
  • Gunting kuku secara teratur
  • Jangan buang air besar di sembarang tempat
  • Meminum air yang telah dimasak

Pengobatan Infeksi Trichuris trichiura

Pengobatan biasa dilakukan selama 3 hari dengan menggunakan obat sebagai berikut :

  • Albendazole
  • Mebendazol
  • Invermectin

    Infeksi terkadang terjadi lagi setelah pengobatan.

Demikian postingan tentang Morfologi Siklus Hidup dan Gejala Klinis Trichuris trichiura. Semoga Bermanfaat

Read more

10 Manfaat dari air hujan untuk Tanaman

 

1. Air Hujan Kaya unsur Nitrogen


Nitrogen sangat berperan pada saat masa pertumbuhan tanaman. Ketika hujan turun tanah yang gersang pun akan jadi subur. Biji-bijian yang ada dalam tanah akan segera tumbuh. Tidak ada salahnya kalau waktu hujan, Anda menampung air hujan dan di kemudian hari air tersebut dapat digunakan untuk menyirami air.

 

2. Air hujan merupakan air murni


Air murni adalah air dengan total dissolved Solid (TDS) yang rendah. Artinya air tersebut tidak mengandung zat-zat yang terlarut di dalamnya.

 

3. Air hujan dapat digunakan untuk mengencerkan bahan-bahan kimia


Dengan TDS rendah air hujan itu bisa digunakan untuk mengencerkan bahan-bahan kimia. Namun jika dipakai untuk mengencerkan bahan kimia tersebut, jangan menggunakan air hujan yang telah melewati talang air karena dikhawatirkan air telah terkontaminasi zat-zat yang ada pada talang. Kumpulkan air hujan langsung dengan menaruh ember atau timba di tempat terbuka.

Manfaat air hujan untuk tanaman
Manfaat air hujan untuk tanaman

 

4. Air hujan dapat mencuci garam di dalam tanah


Semua jenis pupuk pupuk pada dasarnya memiliki kandungan garam dan ketiga kandungan garam pada tanah pertanian berlebihan maka resikonya dapat mengeraskan tanah. Dengan adanya air hujan garam-garam tersebut akan tercuci oleh air hujan. Sehingga tanah tidak berubah menjadi keras.

5. Air hujan disukai tanaman

Berdasarkan penjelasan nomer 1 hingga nomer 4 diatas dijelaskan bahwa air hujan mempunyai manfaat lebih dibanding air biasa. Selain itu air hujan itu tidak mengandung bahan-bahan kimia yang mungkin bisa berbahaya atau beresiko bagi tanaman kita. Oleh karena itu tanaman lebih suka air hujan dibandingkan dengan air biasa. Mungkin ada yang bertanya, mengapa ketika hujan tanaman kebanyakan malah terserang penyakit?

Ketika hujan, kelembapan tanah dan udara naik, sebagian penyakit tanaman menyukai kelembaban tinggi. Jadi pada musim hujan, bukan air hujan yang menyebabkan tanaman terserang penyakit namun karena kelembaban yang tinggi sehingga jaga aliran air dilahan kita, jangan sampai ada genangan terbentuk.

6. Air hujan melarutkan sampah organik

Air hujan yang tertampung dalam sampah organik ternyata memiliki kandungan unsur hara yang bisa bermanfaat sebagai nutrisi bagi tanaman kita. Sampah organik yang telah terdekomposisi atau terurai mengandung banyak nutrisi hara untuk tanaman. Ketika sampah tersebut terkena air hujan, nutrisi hara tersebut akan larut dan bisa menyuburkan tanaman.

 

7. Air hujan sebagai pengencer pestisida

 

Bahan aktif pestisida bakalan cepat mengalami yang namanya hidrolisis ketika ketemu air yang pH larutan netral atau basa. Hidrolisis itu adalah terpecahnya suatu bahan aktif menjadi bentuk yang lebih kecil lagi atau lebih sederhana. Ketika bahan terhidrolis yang tadinya tidak aktif manjadi aktif.

 

Mengapa pestisida harus aktif?

Bayangkan ketika anda menyemprot dengan pestisida tidak aktif, hamanya pasti tidak akan mati. Oleh karena itu sebelum penyemprotan pestisida perlu dilarutkan terlebih dahulu. Pelarut yang digunakan bisa memggunakan air hujan karena pH air hujan mendekati netral.

 

 8. Air hujan membantu proses fotosintesis

 Air hujan dapat lebih sempurna membantu tanaman kita dalam melakukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pembentukan energi dari cahaya matahari dan air.Kalau kita melihat tanaman yang daunnya kuning. Bisa jadi itu karena daun kekurangan air maka fotosintesis tidak bisa berlangsung sehingga daunnya menguning. Pada musim kemarau kita harus banyak menyirami tanaman kita agar kebutuhan airnya tercukupi. Saat musim kemarau, pemupukan cocoknya dilakukan dengan dikocor karena selain memberi pupuk pengocoran dapat juga dapat memberikan suplai air. Saat musim hujan, pemupukan cocok dilakukan dengan cara ditabur karena dengan air hujan pupuk tabur bisa cepat larut.

 

9. Air hujan membantu proses penyerbukan

Air hujan dapat membantu proses penyerbukan yang terjadi pada beberapa jenis tumbuhan. Saat tanaman kita terkena hujan maka membuat serbuk sari terbawa air hujan mendekati kepala putik sehingga akan terjadi penyerbukan.

 

10. Air hujan dapat digunakan sebagai bahan pupuk organik

Ketika air hujan ditambahkan dengan bahan-bahan lainnya, air hujan dapat dijadikan pupuk organik. Pupuk yang telah dikenal dan menggunakan air hujan sebagai bahannya adalah pupuk Kalpataru.


Demikian postingan tentang 10 Manfaat dari air hujan untuk tanaman.

Semoga bermanfaat.

Read more

10 Tanaman yang Cocok Ditanam Pada Musim Hujan

Sebagai negara yang mempunyai iklim tropis maka Indonesia memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan juga musim hujan. Musim kemarau pada umumnya terjadi pada bulan april sampai September sedangkan pada saat musim hujan itu terjadi pada umumnya mulai dari Oktober sampai bulan Maret.

Faktor yang menentukan keberhasilan dalam menanam tanaman itu bukan cuman sekedar tanah, obat-obatan atau pupuknya. Namun juga ditentukan oleh faktor cuaca dan musim. Air hujan sebenarnya sudah memiliki kandungan nutrisi alami yang bermanfaat buat tanaman kita.

10 Tanaman yang Cocok Ditanam Pada Musim Hujan

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas 10 tanaman yang cocok dibudidayakan pada saat musim hujan. Berikut penjelasannya :

1. kangkung

Kangkung adalah salah satu jenis sayuran yang dapat hidup di dataran rendah dengan kelembaban yang cukup tinggi bahkan ada jenis kangkung tertentu yang bisa hidup di perairan. Syarat tumbuh tanaman kangkung itu harus memiliki curah hujan yang berkisar antara sedang sampai dengan tinggi. Oleh karena itu kangkung dapat dijadikan alternatif dibudidayakan pada saat musim hujan.

2. Selada

Selada merupakan salah satu sayuran yang cukup bagus dalam menghadapi musim hujan karena dapat tumbuh subur pada kondisi lingkungan yang memiliki kelembaban dan curah hujan yang sedang dengan tingkat penyinaran sinar matahari yang tidak terik. Untuk mencegah terjadinya resiko penyakit maka disarankan untuk memeriksa pH sebelum ditanam. Pastikan pH tanah diantara level 6, 5 sampai 7 dan pastikan tiďak ada air yang menggenang.

3. Bayam

Bayam ternyata juga cocok ditanam pada saat musim hujan karena dengan bantuan air hujan  tanaman bayam akan mengalami pertumbuhan yang cepat dan juga subur.

4.Sawi

Tanaman sawi juga menjadi salah satu alternatif buat dibudidayakan pada saat musim hujan karena tanaman sawi itu dapat hidup dengan curah hujan berkisar antara sedang sampai tinggi. Tanaman sawi pada dasarnya bisa kita budidayakan sepanjang tahun baik di musim hujan maupun di musim kemarau. Namun di musim kemarau Anda harus sering menyiramnya.

5. Padi

Tanaman padi merupakan jenis tanaman yang membutuhkan banyak air pada saat awal pertumbuhannya. Nah itulah alasannya kenapa menanam padi itu banyakan dilakukan pada saat musim hujan. Tanaman padi jika kekurangan pasokan air pada saat awal pertumbuhannya maka akan berpotensi memunculkan serangan hama terutama hama jenis orong-orong. Selain itu padi yang kekurangan air akan mengalami gangguan pertumbuhan sehingga lahan akan dipenuhi oleh gulma.

6. Porang

Dulu sebenarnya porang merupakan tanaman liar namun baru-baru ini mulai banyak dibudayakan. Budidaya porang ternyata memang lebih bagus pada saat musim hujan karena porang menginginkan keberadaan air di dalam masa hidupnya namun jangan sampai tergenang.

7. Terong

Terong dapat menjadi alternatif tanaman pada saat musim hujan karena menurut referensinya bahwa tanaman terong termasuk tanaman yang membutuhkan lebih banyak air di dalam masa kehidupannya. Tetapi perlu diingat juga bahwa lahan untuk tanaman jenis hortikultura seperti terong, cabai dan tomat tidak boleh asam. Jadi pastikan saluran drainasenya atau parit-parit lancar.

8. Pare

Dari beberapa referensi dijelaskan bahwa pada awal pertumbuhannya, tanaman pare tidak banyak membutuhkan sinar matahari sehingga tanaman ini biasanya direkomendasikan untuk ditanam di musim hujan. Kelembaban udara yang dibutuhkan untuk tanaman pare cukup tinggi yaitu berkisar antara 50% sampai 70% dengan tingkat curah hujan sedang.

9. Bawang Daun

Tanaman bawang daun juga merupakan tanaman yang optimal pertumbuhannya pada saat musim hujan. Menurut referensi, tanaman bawang daun membutuhkan curah hujan yang sedang dengan suhu yang cukup rendah. Hal tersebut membuatnya bisa jadi alternatif untuk ditanam pada saat musim musim hujan. Namun disarankan untuk melakukan perawatan secara terus-menerus dan juga pastikan bahwa pH tanahnya itu tidak kurang dari 6,5. pH paling optimal dikisaran 6,5 sampai 7,5.

10. Cabe

Tanaman cabe merupakan tanaman yang harganya mahal di musim hujan dan bisa hidup di musim hujan jadi cabe merupakan salah satu tanaman yang cocok di musim hujan karena dapat mendatangkan banyak duit.

Demikian postingan tentang 10 Tanaman yang Cocok Ditanam Pada Musim Hujan. Semoga bermanfaat.

  

Read more

4 Cara Tanaman Tumbuh Subur dan Tidak Berpenyakit

 Sahabat, anda pasti ingin tanaman tumbuh subur dan tidak berpenyakitkan. Ini rahasianya :

1.Rotasi tanaman.

Rotasi tanaman adalah pergantian tanaman tiap-tiap musim tanam. Misalkan musim ini lahan ditanami cabai kemudian musim depan lahan ditanami jagung. Tujuan rotasi tanaman adalah meminimalisir gangguan hama maupun penyakit.

Mengapa harus melakukan rotasi tanaman?

Setiap famili tanaman umumnya memiliki jenis hama dan juga penyakit yang hampir sama juga. Jadi kalau selamanya lahan itu ditanami satu jenis atau satu famili tanaman maka hama dan penyakit akan tetap berada dalam lahan tersebut. Syarat rotasi tanaman adalah pergantian tanamannya tidak boleh satu famili.

Misalnya lahan ditanami tomat terus atau cabai terus maka hama cabai atau tomat akan selalu dilahan itu. Tanaman tomat memiliki jenis hama dan penyakit yang mirip dengan hama dan penyakit tanaman cabe karena keduanya satu famili.

Berbeda jika kita melakukan rotasi tanaman, di musim ini tanaman ditanami cabai dan mungkin terkena serangan antraknosa maka Musim depan kita ganti/rotasi tanaman yang tidak dapat terinfeksi antraknosa, misalnya tanaman jangung. Hal tersebut akan memutus siklus hidup dari antraknosa. Karena ketika ditanami jagung, antraknosa tidak punya inang,sehingga tidak bisa menerusan siklus hidupnya. Sehat jadinya lahan kita.

 2. Memperbaiki kualitas tanah

Kebanyakan petani ketika berkunjung ke kebun orang lain dan melihat tanamannya bagus, hal pertama yang ditanyakan oleh petani tersebut adalah pupuknya apa, dan obatnya apa. Mereka lupa untuk bertanya bagaimana kualitas tanahnya.Padahal kualitas tanah sebenarnya merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Bagi tanaman, tanah ibarat rumah bagi mereka. Jika rumahnya nyaman, tanaman juga akan nyaman, bahagia dan tumbuh subur.

Ada beberapa cara agar tanaman dapat nyaman, bahagia dan tumbuh subur, yaitu dengan memperbaiki kualitas tanah. Kualitas tanah salah satunya dapat ditingkatkan dengan memberikan pupuk dasar dan pemberian kapur dolomit.

 3.Pemberian kapur dolomit

Pemberian kapur dolomit berfungsi untuk menaikkan dan mempertahankan keasaman tanah. Tanaman akan tumbuh optimal pada kisaran pH 6,5-7. Pemberian pupuk kimia yang berlebih dapat menurunkan keasamaan (pH) tanah sehingga tanah perlu ditambahkan kapur dolomit.

Kapur dolomit mengandung unsur kalsium oksida dan juga magnesium oksida dengan kadar yang tinggi sehingga dapat meningkatkan atau menetralkan keasaman tanah bahkan dapat menetralisir racun yang ada di dalam tanah. Kapur dolomit saat ini telah banyak tersedia di toko-toko pertanian.

Selain menggunakan kapur dolomit, Anda juga dapat mengggunakan kapur yang biasa digunakan untuk bangunan. Namun perlu yang perlu diperhatikan, kapur bangunan / kapur gamping hanya mengandung kalsium saja tapi kapur dolomit banyak mengandung kalsium dan juga magnesium. Tentu hasilnya akan lebih baik jika menggunakan kapur dolomit.

Kapur dolomit dapat digunakan untuk memperbaiki tanah karena mampu menaikkan keasaman. Sebelum olah lahan, ada baiknya anda melakukan pengecekan pH tanah. pH tanah dapat dicek dengan menggunakan pH meter tanah. pH meter dapat anda beli di toko online jika tidak tersedia di toko pertanian,

4. Pemberian Kompos atau pupuk Kandang

Jika fungsi kapur dolomit adalah untuk memperbaiki sifat kimia tanah, maka fungsi pupuk kandang atau kompos adalah untuk memperbaiki sifat biologi dan sifat fisik tanah. Memperbaiki sifat fisik artinya tanah memperbaiki teksturnya. Memperbaiki sifat biologi artinya memaksimalkan kehidupan mikroorganisme di dalam tanah pertanian kita.

Mikroorganisme melakukan proses dekomposisi atau pelapukan bahan organik sebagai sumber makanannya. Sebagai timbal balik dari keberadaan mikroorganisme tersebut membuat tanah pertanian kita menjadi subur gembur dan juga kaya akan unsur hara.

Bagi yang belum paham, pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan atau sering kali disebut dengan kohe. Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan pupuk kandang atau kohe adalah kotoran hewan tersebut harus di fermentasi terlebih dahulu. Tujuan fermentasi adalah untuk membunuh bibit penyakit yang mungkin terbawa.

Cara agar tanaman tumbuh lebatdan subur
Porang tampak tumbuh subur ketika di pupuk kandang

Bagus mana kotoran ayam dan kotoran sapi jika dijadikan pupuk?

Untuk menjawabnya, perhatikan uraian berikut :

Kotoran ayam itu mengandung 1,72% nitrogen 1,82% fosfor dan 2, 18% kalium sedangkan kotoran sapi ternyata memiliki kadar nitrogen yang lebih tinggi yaitu kisaran 2,04% sementara fosfor dan kalium nya itu lebih rendah yaitu 0,76% dan 0,82% kalium.

Alasan kenapa sih kotoran sapi itu lebih tinggi nitrogennya?

Sapi merupakan hewan pemakan rumput. Rumput pada dasarnya memiliki kandungan nitrogen tinggi sehingga jelas kandungan nitrogen dalam kotoran sapi lebih tinggi daripada kotoran ayam.

Yang perlu diperhatikan adalah pencernaan sapi tidak bisa mematikan biji-bijian dari rumput sehingga jika kita mengggunakan kotoran sapi atau kambing, dilahan kita akan banyak tumbuh rumput. Oleh karena itu sangat disarankan memakai mulsa jika menggunakan kohe sapi atau kambing.

Pupuk kandang merupakan pupuk yang sangat cocok dipakai sebagai pupuk dasar. Pupuk dasar adalah pupuk yang ditambahkan ketika masa pengolahan lahan. Idealnya saat pengolahan lahan, wajib ditambahkan kapur dolomit dan pupuk kandang / dasar.

Banyak orang yang lupa tidak memperhatikan penggunaan pupuk dasar. Padahal lahan yang diawal pengolahannya menggunakan pupuk dasar mampu menghasilkan tanaman yang subur dan tumbuh bagus. Bahkan saat tanaman pertama telah panen dan ditanami tanaman kedua tanpa oleh lahan, tanaman kedua pun hasilnya masih bagus.

Demikian postingan tentang 4 Cara Tanaman Tumbuh Subur dan Tidak Berpenyakit. SEMOGA BERMANFAAT.

 

Read more

Trichomonas vaginalis : Flagellata yang hidup di vagina

Trichomonas vaginalis adalah parasit yang hidup pada organ reproduksi, yaitu pada vagina, uretra, epididimis dan kelenjar prostat.  Trichomonas vaginalis mempunyai 4 flagel yang muncul dari bagian anterior. Genus trichomonas mempunyai 3 anggota spesies, yaitu Trichomonas vaginalis, Trichomonas tenax dan Trichomonas hominis. Dari ketiga spesies tersebut, Trichomonas vaginalis mempunyai ukuran morfologi paling besar. Panjangnya berkisar antara 7-32 um dan lebarnya berkisar antara 5-12 um. Namun Trichomonas vaginalis memiliki membran bergelombang (undulating membrane) yang paling pendek diantara ketiga spesies tersebut. Membran bergelombang (undulating membrane) dari Trichomonas vaginalis hanya 1/3 dari panjang sel. Membran bergelombang (undulating membrane) adalah selaput yang ada pada membran sel. Terkadang mampu membentuk pseudopodia (kaki semu).


Baca Juga : Balantidium coli, Siliata yang Hidup Parasit pada Manusia


Seperti flagelata lainnya, Trichomonas vaginalis memperbanyak diri dengan pembelahan biner longitudinal. pH optimun bagi Trichomonas vaginalis untuk tumbuh berkisar antara 4-6, sedangkan vagina yang normal memiliki pH 4-4.5. Kenaikan pH pada vagina akan menjadikan Trichomonas vaginalis tumbuh subur. pH pada vagina biasanya dipertahankan oleh bantuan bakteri asam laktat, namun Trichomonas vaginalis dapat mengganggu bakteri tersebut sehingga pH akan naik.


Siklus hidup, struktur, Epidemiologi, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Fisiologi Trichomonas vaginalis
Gambar skematis dari  Trichomonas vaginalis


Epidemiologi Trichomonas vaginalis

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Trichomonas vaginalis disebut dengan trichomoniasis. Prevalensi pada wanita sekitar 10 sampai 25%. Semakin tinggi tingkat kebersihan seseorang, maka peluang terjangkitnya penyakit tersebut semakin kecil. Sekitar 5% wanita yang terkontaminasi mengeluhkan gejala. Gejala yang muncul diantaranya perubahan sekresi vagina. Berdasarkan analisis statistik, wanita lebih banyak terjangkit trichomoniasis dibandingkan dengan pria. Hal tersebut mungkin disebabkan karena pemeriksaan Trichomonas vaginalis pada pria jauh lebih sulit dibanding pemeriksaan pada wanita. Sampel yang dibutuhkan untuk pemeriksaan pada pria adalah sampel eksudat prostat. Penularan terjadi melalui kontak langsung, biasanya melalui hubungan seksual. Kain lab yang basah juga bisa menjadi media penularan. Trophozoites dari Trichomonas vaginalis dapat bertahan pada kain lab selama 24 jam. Trichomoniasis pada bayi juga dapat terjadi ketika bayi terinfeksi saat melewati jalan lahir.


Gejala dan Diagnosis Trichomonas vaginalis

Trichomonas vaginalis menyebabkan kerusakan sel-sel mukosa vagina. Hal tersebut mengakibatkan peradangan ringan dan vaginitis. Kondisi tersebut ditandai dengan keluarnya cairan kekuningan dan disertai dengan rasa gatal dan terbakar yang terus-menerus. Pada pria, gejala jarang muncul, meskipun mungkin terjadi uretritis dan pembengkakan kelenjar prostat. Gejala trichomoniasis kadang dianggap gejala gonore.

Diagnosis Trichomonas vaginalis pada wanita dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis cairan apusan vagina. Pada Pria, diagnosa dilakukan dengan pemeriksaan cairan prostat, sedangkan pemeriksaan urine dapat dilakukan pada pria dan wanita.


Pengobatan Trichomonas vaginalis

Obat yang efektif untuk membasmi Trichomonas vaginalis adalah Metronidazole. Pemulihan pH pada vagina juga efektif untuk menghentikan infeksi ringan.


Fisiologi Trichomonas vaginalis

Trichomonas vaginalis merupakan organisme anaerob. Organisme anaerob tidak membutukkan oksigen dalam proses metabolismenya.

 

Demikian postingan tentang Trichomonas vaginalis : Flagellata yang hidup di vagina. SEMOGA BERMANFAAT.

Read more

Praktikum Mikologi : Perhitungan Angka Jamur


Tujuan Praktikum Perhitungan Angka Jamur

Bertujuan untuk mengetahui cara dan prinsip uji angka kapang khamir dalam 1 gram/ml sampel makanan atau minuman.

 Prinsip Praktikum Perhitungan Angka Jamur

Menumbuhkan spora jamur yang terdapat dalam suatu produk (makanan/minuman). Satu spora jamur akan tumbuh membentuk satu koloni pada medium pembenihan. Jumlah koloni yang tumbuh (Colony Forming Units) ditetapkan sebagai angka jamur per gram tau per ml sampel.

Dasar Teori

Berbagai macam uji mikrobiologi dapat dilakukan terhadap pangan, meliputi uji kuantitatif mikroba yaitu bakteri dan jamur untuk menentukan mutu dan daya tahan suatu makanan, uji kualitatif bakteri pathogen untuk menentukan tingkat keamananya dan uji bakteri indikator untuk nmeningkatkan sanitasi makanan tersebut. Pengujian yang dilakukan terhadap setiap bahan pangan tidak sama tergantung dari berbagai faktor seperti jenis dan komposisi bahan pangan cara pengolahan, dan penyimpanan,cara penaganan dan komsumsinya.

Uji kapang khamir (AKK) adalah pengujian yang dilaksanakan untuk menghitung jumlah kapang dan khamir yang ditumbuhkan pada medium tertentu, dilakukan dengan prinsip hitung cawan, yang apabila satu sel mikroorganisme yang masih hidup ditumbuhkan pada medium yang sesuai maka sel tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloninya dapat dilihat langsung pada medium yang digunakan setelah dilakukan inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.

Tujuan dilakukannya uji AKK ini yaitu untuk mengetahui cara dan prinsip pengujian AKK dalam sampel makanan atau minuman agar kita bisa mengetahui dan menentukan mutu daya tahan suatu makanan atau sediaan yang diujikan.  Medium pembenihan jamur yaitu medium yang mempunyai kandungan karbohidrat terdiri dari 20% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan khamir dan kapang, tetapi karena beberapa bakteri juga memfermentasikan karbohidrat dan menggunakannya sebagai sumber energi, maka beberapa bakteri masih mungkin tumbuh pada medium seperti Potato Dextrose Agar (PDA), Sabouraud Dextrose Agar (SDA), maupun Sabouraud Glucose Agar (SGA). Penambahan Chloramphenicol yaitu sebagai antibiotik yang diberikan pada medium yang berfungsi untuk membunuh mikroba-mikroba yang tidak diinginkan supaya medium yang akan kita buat tidak terganggu atau dengan kata lain agar media tidak terkontaminasi.

 

Alat

1.      Cawan Petri steril

2.      Gelas objek

3.      Cover glass

4.      Gunting/skalpel steril

5.      Pipet ukur steril

6.      Lampu spiritus

7.      Entkas atau Laminar Air Flow


Bahan

1.    Medium Sabouraud Glucose Agar (SGA) + Chloramphenicol

2.    Larutan alkohol 70%

3.    Aquadest/Garam Fisiologis (NaCl) steril

4.    Sampel makanan/minuman

 

Baca Juga : Praktikum Mikologi : Teknik Kultur Slide pada Jamur (Teknik Henrici’s cultur slide)


Persiapan Sampel

1.    Amatilah kemasan, cartat merek, kode produksi, tanggal produksi, tanggal kadaluwarsa dan tanggal pengambilan sampel

2.    Amatilah konsistensi, bau, warna, dan ras

3.    Kemasan dibuka secara aseptis

4.    Ambil sampel sebanyak 10 gram (untuk sampel padat) atau 10 ml (untuk sampel cair), masukkan dalam 90 ml aquadest atau larutan garam fisiologis steril 

5. Lakukan pengenceran sampai 10-4

 

Metode Sebar

1.    Siapkan plate medium Sabouraud Glucose Agar (SGA) + Chloramphenicol

2.    Pipet 0,1 ml suspensi dari tiap-tiap pengenceran ke plate agar, secara aseptik, ratakan dengan batang kaca bengkok steril, lakukan duplo

3.    Inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari

4.    Hitunglah jumlah koloni jamur yang tumbuh

Metode Tuang

1.    Pipet 1 ml suspensi dari tiap-tiap pengenceran ke dalam cawan Petri steril secara aseptik

2.    Cairkan medium Sabouraud Glucose Agar (SGA) + Chloramphenicol pada penangas air, diamkan sampai suhu kira-kira 500C

3.    Tuangkanlah medium Sabouraud Glucose Agar (SGA) dalam cawan Petri steril, campur sampai homogen, biarkanlah memadat

4.    Inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari

5.    Hitunglah jumlah koloni jamur yang tumbuh.

 

 Pembuatan Kontrol

1. Kontrol Medium:

  • Siapkanlah plate medium Sabouraud Glucose Agar (SGA)
  • Inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari
  • Amatilah koloni jamur yang tumbuh

 2. Kontrol Pengencer:

  • Pipetlah1 ml larutan pengencer, masukkan dalam cawan Petri steril
  • Cairkanlah medium Sabouraud Glucose Agar (SGA), diamkan sampai suhu kira-kira 500C
  • Tuangkan medium ke cawan Petri yang berisi larutan pengencer
  • Inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari
  • Amatilah koloni jamur yang tumbuh

 3. Kontrol Lingkungan:

  • Siapkanlah plate medium Sabouraud Glucose Agar (SGA)
  • Bukalah medium di atas selama bekerja (dalam entkas atau Laminar Air Flow), tutuplah cawan Petri seteah usai, inkubasi pada suhu ruang 20-25OC selama 5-7 hari.
  • Amatilah koloni jamur yang tumbuh.

Baca Juga : Jenis-jenis dan Klasifikasi Jamur


Aturan Perhitungan Angka Jamur

Hitunglah jumlah koloni jamur yang tumbuh pada tiap cawan Petri dari setiap pengenceran, tentukanlah angka jamur tiap gram atau ml sampel. Kriteria perhitungan angka jamur:

  • Bila jumlah koloni antara 40-60 dari cawan Petri pada satu pengenceran yang sama, maka jumlah koloni dari kedua cawan Petri dihitung, dirata-rata dan dikalikan dengan faktor pengenceran.
  • Bila jumlah koloni antara 40-60 dari cawan Petri pada dua tingkat pengenceran berurutan, maka dihitung jumlah koloni, dikalikan faktor pengenceran, lalu dipakai angka rata-rata
  • Hasil tersebut di atas digunakan sebagai angka jamur (kapang/khamir) per gram atau per ml sampel.

Untuk  beberapa kemungkinan lain yang berbeda dari hal tersebut di atas, maka dapat diikuti petunjuk sebagai berikut:

  • Bila hanya salah satu diantara kedua cawan Petri dari pengenceran yang sama menunjukkan jumlah antara 40-60 koloni, maka dihitung jumlah koloni dari kedua cawan dikalikan dengan faktor pengenceran.
  • Bila pada tingkat pengenceran yang lebih tinggi didapat jumlah koloni lebih besar dua kali jumlah koloni pada pengenceran di bawahnya, maka dipilih tingkat pengenceran terendah. Misalnya pada pengenceran 10-2 didapatkan 60 koloni dan pada pengenceran 10-3 didapatkan 20 koloni, maka dipilih jumlah koloni pada tingkat pengenceran 10-2  yaitu 60 koloni.
  • Bila dari seluruh cawan Petri tidak ada satupun yang menunjukkan jumlah 4060 koloni, maka dicatat angka sebenarnya dari tingkat pengenceran terendah dan dihitung sebagai angka jamur perkiraan.Bila tidak ada pertumbuhan pada semua cawan Petri, dan bukan disebabkan karena faktor inhibitor, maka angka jamur dilaporkan kurang dari 1 dikalikan faktor pengenceran terendah.

 Demikian postingan tentang Praktikum Mikologi : Perhitungan Angka Jamur, semoga bermanfaat

Read more