Tampilkan postingan dengan label Anatomi dan Fisiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anatomi dan Fisiologi. Tampilkan semua postingan

Perbedaan Darah manusia (mamalia) dan Darah non Mamalia



Darah merupakan komponen penting bagi manusia dan hewan yang mempunyai beberapa fungsi yaitu untuk mengedarkan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh serta untuk pertahanan diri. Darah berbentuk cairan yang terdiri dari plasma darah dan sel darah. Pada Vertebrata, darah tersusun dari 55% plasma darah dan 45 % sel darah. Dalam plasma darah terdapat protein plasma, ion-ion, garam,dan nutrien. Sel darah terdiri dari sel darah merah, sel darah putih dan platelet. Sel darah merah, sel darah putih dan platelet berasal dari stem cell di dalam sumsung tulang. Stem cell tersebut unik karena mampu membentuk sel-sel darah yang berbeda secara morfologi atau fungsinya.

Skema Komposisi Darah


Sel darah merah (erythrocytes)


Sel darah merah (erythrocytes) merupakan sel yang paling melimpah keberadaannya dalam darah yaitu sekitar 99,9% dari keseluruhan sel darah.  Sel darah pada Vertebrata mengandung hemoglobin yang berfungsi mengikat oksigen. Oksigen yang telah diikat kemudian akan diedarkan ke seluruh sel-sel di dalam tubuh. Sel darah merah Mamalia berbentuk bikonkaf disk berdiameter  7,8 µm yang tipis dibagian tengah dengan ketebalan sekitar 0,8 µm dan tebal dibagian pinggir dengan  ketebalan sekitar  2,85  µm.


 Sel darah merah Mamalia tidak memiliki organel-organel sel seperti  inti sel dan mitokondria. Pada tahap perkembangan awal, eritrosit Mamalia masih memiliki inti sel dan mitokondria, namun ketika tahap perkembangan akhir, eritrosit membuang inti sel dan mitokondria untuk menghindari stress oksidatif yang disebabkan oleh gula dan heme. Pada Vertebrata selain Mamalia, sel darah merah memiliki organel-organel sel, termasuk inti sel dan mitokondria. Bentuk sel darah merah pada tiap-tiap kelas bervariasi contohnya pada Aves, sel darah merah Aves memiliki bentuk oval dengan variasi warna merah hingga merah muda.
Sel darah merah (erythrocytes); a) Sel darah merah pada mamalia (manusia), b) sel darah merah pada non-mamalia (ayam)


Sel darah putih (leukosit)


Sel darah putih (leukosit) adalah sel-sel darah yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai serangan baik virus, bakteri atau partikel asing lainnya. Sel darah putih dibedakan menjadi beberapa macam, berdasarkan bentuk dan fungsi yaitu : neutrofil, Eosinofil, basofil, monosit dan limfosit. Sel darah putih pada semua Vertebrata mempunyai inti sel dan organela lain termasuk mitokondria. 

Berikut morfologi dan fungsi sel darah putih pada manusia :

Neutrofil

Bentuk dan morfologi neutrofil adalah sel bulat, inti sel berbentuk lobe hampir seperti bentuk manik-manik.

Fungsi Neutrofil adalah untuk fagositosit serta mengeluarkan senyawa / enzim sitotoksik

Sel neutrofil yang merupakan salah satu dari beberapa jenis sel darah putih


Eosinofil

Morfologi eosinofil yaitu sel berbentuk bulat, inti sel membentuk 2 lobe, granula besar dan berwarna merah.
Fungsi  adalah fagositosit, mengeluarkan enzim sitotoksik, mengurangi inflamasi. Jumlah eosinofil  meningkat ketika terjadi alergi, atau terinfeksi parasit.

Morfologi eosinofil; terlihat inti sel membentuk 2 lobe

Baca JugaTransfusi Darah


Basofil

Basofil mempunyai sel bulat, inti sel  tidak terlalu kelihatan mempunyai banyak granula yang berwarna biru.
Fungsi basofil adalah masuk ke jaringan yang terluka kemudian menghasilkan histamin dan senyawa lain yang memicu reaksi inflamasi. 
Morfologi basofil; Basofil mempunyai banyak granula yang berwarna biru.


 Monosit

Monosit mempuntai ukuran sel sangat besar jika dibandingkan dengan sel darah lain dan inti sel menyerupai ginjal.
Monosit dapat masuk ke dalam jaringan membentuk makrofage dan dapat melakukan fagositosit.
Morfologi monosit; Monosit mempunyai sel yang sangat besar

Limfosit

Limfosit mempunyai sel bulat, inti sel besar, sitoplasma sedikit.
Limfosit berfungsi sebagai sistem pertahanan spesifik.

Morfologi limfosit; Limfosit mempunyai sedikit sitoplasma dan inti sel besar
 


Platelet / Trombosit

Platelet adalah sel yang berperan dalam menghentikan pendarahan ketika pembuluh darah terluka atau mengalami stres dengan mekanisme pembekuan darah. Platelet pada Mamalia tidak memiliki inti sel karena merupakan fragmen-fragmen dari megakariosit. Pada non Mamalia, sel yang ekuivalen dengan platelet Mamalia adalah trombosit. Trombosit berbentuk oval dan mempunyai intisel. Selain berfungsi untuk proses pembekuan darah, trombosit pada ayam juga berfungsi untuk sistem imun non-spesifik.

a). Platelet pada mamalia berupa fragmen-fragmen dari megakariotik yang tidak memiliki inti sel; b) Trombosit pada ayam (non mamalia) memiliki inti sel.
Demikian postingan tentang Perbedaan Darah manusia (mamalia) dan Darah non Mamalia. Semoga bermanfaat

Kata Kunci :
komponen darah, komposisi darah, bagian-bagian darah, fungsi darah adalah, sel darah merah adalah, erythrocytes adalah, perbedaan sel darah manusia dan hewan, sel darah putih, jenis jenis sel darah putih, Macam macam sel darah putih, Neutrofil adalah, bentuk Neutrofil, Eosinofil, Eosinofil adalah, bentuk Eosinofil, basofil adalah, morfologi Eosinofil, Basofil adalah, bagaimana ciri ciri basofil, monosit adalah, bagaimana bentuk monosit, bentuk Limfosit, morfologi limfosit, ciri ciri Limfosit
Read more

Anatomi dan Fungsi Hati


Anatomi Hati

Hati adalah kelenjar terbesar yang terdapat di dalam tubuh kita yang letaknya di rongga perut sebelah kanan atas, di bawah sekat rongga badan atau diagfragma. Hati secara luas dilindungi oleh iga-iga. Hati terbagi dalam dua belahan utama, kanan dan kiri. Permukaan atas berbentuk cembung dan terletak di bawah diafragma, permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan, disebut fisura tranversus. Permukaan nya dilintasi berbagai pembuluh darah yang masuk ke luar hati. Fisura longitudinal memisahkan belahan kanan dan kiri di permukaan bawah, sedangkan ligament falsiformis melakukan hal yang sama permukaan atas hati.


Selanjutnya hati dibagi lagi enjadi empat belahan, kanan kiri kaudata dan kuadrata. Setiap belahan atau lobus terdiri atas lobulus. Lobulus ini berbentuk polihedral dan cabang-cabang pembuluh darang diikat bersama oleh jaringan hati. Hati bewarna merah tua. Pada orang dewasa berat hati kira-kira 2 kilogram. Hati mempunyai dua jenis persediaan darah yaitu yang datang melalui arteri hepatica dan yang melalui vena porta, dan dua yang keluar, yaitu vena hepatica dan saluran empedu. Pembuluh-pembuluh darah pada hati tersebut adalah sebagai berikut :

Anatomi Hati, Fungsi Hati, Fungsi Hati Membentuk atau Memproduksi Cairan Empedu, Fungsi Metabolik dari Hati, Fungsi Hati untuk Metabolisme karbohidrat, Fungsi Hati untuk Metabolisme protein, Fungsi Hati untuk Metabolisme Lemak, Fungsi hati Sebagai Pertahanan Tubuh, Fungsi Detoksifikasi, Fungsi Perlindungan, Fungsi vaskular hati

Anatomi dan Fungsi Hati 

a. Ateri Hepatika
Ateri Hepatika adalah arteri yang keluar dari dari aorta dan memberikan seperlima darahnya kepada hati. Darah ini mempunyai kejenuhan oksigen 95-100%
b. Vena Porta
Vena Porta  adalah vena yang terbentuk dari linealis dan vena mensentrika superior, mengantarkan 4/5 darah ke hati. Darah ini mempunyai kejenuhan oksigen hanya 70%, sebab beberapa oksigen telah diambil limfa dan usus. Darah vena porta ini membawa kepada hati zat makanan yang yang telah diserap oleh mukosa usus halus.
c. Vena Hepatika
Vena Hepatika adalah vena yang mengembalikan darah dari hati ke vena kafa inferior. Di dalam vena hepatika tidak terdapat katup.
d. Saluran empedu
Saluran empedu adalah saluran terbentuk dari penyatuan kapiler-kapiler empedu yang mengumpulkan empedu dari sel hati

Cadangan fungsional hati yang sangat besar akan menyamarkan dampak klinik krusakan hati dini. Meskipun hati rentan terhadap gangguan metabolik, toksik, mikroba, sirkulasi, dan neoplasma penyakit hati yang berkitan dengan penggunaan alkohol, dan penyakit perlemakan hati non alkoholik.



Fungsi Hati

Fungsi hati dibagi atas 4 macam :

A. Fungsi Hati Membentuk atau Memproduksi Cairan Empedu

|Fungsi  ini merupakan fungsi utama hati. Hati mengekskresikan sekitar 1 liter empedu tiap hari. Unsur utama empedu adalah air (97%), elektrolit, garam emepu fosfolipid, kolestroldan pigmen empedu (terutama bilirubin terkonjugasi). Garam empedu penting untuk pencernaan dan arbsorbsi lemak dalam usus halus. Oleh bakteri usus halus sebagian besar garam empedu direabsorbsi dalam ileum, mengalami resirkulasi ke hati, kemudian mengalami rekonjugasi dan resekresi. Walaupun bilirubin (pigmen empedu) merupakan hasil akhir metabolisme dan secara fisiologis tidak mempunyai peran aktif, ia penting sebagai indikator penyakit hati dan saluran empedu, karena bilirubin cenderung mewarnai jaringan dan cairan yang berhubungan dengannya. Disamping itu ke dalam empedu juga diekskresikan zat-zat yang berasal adari luar tubuh, misalnya logam berat, beberapa macam zat warna dan sebagainya.

B. Fungsi Metabolik dari Hati

Metabolisme merupakan proses mengubah stuktur suatu zat menjadi zat lain yang mempunyai sifat yang sama, menyerupai, atau bahkan berbeda dengan zat itu sebelumnya. Perubahan struktur dapat berupa pembentukan penguraian. Hati memegang peranan penting pada metabolisme karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan juga memproduksi energi dan tenaga. Zat tersebut dikirim melalui vena porta setalah di arsorbsi oleh usus. Detail fungsi metabolik hati adalah sebagai berikut :
1.Fungsi Hati untuk Metabolisme karbohidrat 
Monosakarida dari usus halus diubah menjadi glikogen dan disimpan dalam hati(glikogenesis). Dari glikogen disuplai glukosa secara konstan ke darah (glikogenesis) untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sebagian glukosa dimetabolisme dalam jaringan untuk menghasilkan panas atau tenaga (energi) dan sisanya diubah menjadi glikogen yang dismpan dalam otot atau menjadi lemak yang disimpan dalam jaringan subkutan. Hati juga mampu mensistensis glukosa dari protein dan lemak (glukoneogenesis).
2Fungsi Hati untuk Metabolisme protein
Protein plasma kecuali globulin gama, disintesis oleh hati. Protein ini adalah albumin yang diperlukan untuk mempertahankan tekanan osmotik koloid, protrombin, fibrinogen dan faktor-faktor pembekuan yang lain. Selain itu, sebagian besar asam amino mengalami degradasi dalam hati dengan cara deaminasi atau pembuangan gas amino (NH2). Amonia yang dilepaskan kemudian disintesis menjadi urea, diekskresi oleh ginjal dan usus. Amonia yang terbentuk dalam usus oleh kerja bakteri pada protein, juga diubah jadi urea dalam hati.
3Fungsi Hati untuk Metabolisme Lemak
Hati berperan penting dalam sintesis, menyimpan, dan mengeluarkan lemak untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Beberapa fungsi khas hati dalam metabolisme lemak antara lain adalah oksidasi beta asam lemak dan pembentukan asam asetoasetat yang sangat tinggi, pembebntukan lipoprotein, pembentuka kolestrol dan fosfolipid dalam jumlah yang sangat besar, serta perubahan karbohidrat dan protein menjadi lemak dalam jumlah yang sangat besar. 


C. Fungsi hati Sebagai Pertahanan Tubuh

Fungsi pertahanan tubuh terdiri dari fungsi detoksifikasi dan fungsi perlindungan. Selengkapnya adalah sebagai berikut :

1. Fungsi Detoksifikasi

Fungsi Detoksifikasi sangat penting dan dilakukan oleh enzim-enzim hati yang melakukan oksidasi, reduksi, hidrolisis, atau konjugasi zat yang kemungkinan membahayakan, dan mengubahnya menjadi zat yag secara fisiologis tidak aktif. Detoksifikasi zat endogen seperti indol, skatol dan fenol yang dihasilkan dari asam amino oleh kerja bakteri dalam usus besar dan zat eksogen seperti morfin, fenobarbital, dan obat-obat lain. Hati juga menginaktifkan dan mengekskresikan aldosteron, glukokortikoid, estrogen, progesteron dan testosteron.

2. Fungsi Perlindungan

Sel Kupffer yang terdapat pada dinding sinusoid hati, sebagai sel endotel mempunyai fungsi sebagai sistem endothelial, berkemampuan fagositosis yang sangat besar sehingga dapat membersihkan sampai 99% kuman yang ada dalam vena porta sebelum darah menyebar melewati seluruh sinoid. Sel Kupffer juga menghasilkan imunoglobulin yang penting untuk kekebalan tubuh. 

D. Fungsi vaskular hati

Setiap menit mengalir kurang lebih 1200cc darah portal kedalam hati melalui sinusoid hati, seterusnya darah mengalir ke vena sentralis menuju vena hepatika untuk selanjutnya masuk kedalam vena kafa inferior. Selain itu dari arteria hepatika mengalir masuk kira-kira 350cc darah. Darah arterial ini akan masuk kedalam sinusoid dan bercampur dengan darah portal. Pada orang dewasa jumlah aliran darah ke hati diperkirakan mencapai 1500cc tiap menit. Hati sebagai ruang penampung dan bekerja sebagai filter, karena letaknya antara usus dan sirkulasi umum.
Demikian postingan tentang Anatomi dan Fungsi Hati, SEMOGA BERMANFAAT

Baca Juga :



Kata Kunci :
Anatomi Hati, Fungsi Hati, Fungsi Hati Membentuk atau Memproduksi Cairan Empedu, Fungsi Metabolik dari Hati, Fungsi Hati untuk Metabolisme karbohidrat, Fungsi Hati untuk Metabolisme protein, Fungsi Hati untuk Metabolisme Lemak, Fungsi hati Sebagai Pertahanan Tubuh, Fungsi Detoksifikasi, Fungsi Perlindungan, Fungsi vaskular hati

Read more

Karakteristik, Komponen dan Anatomi Darah

Darah adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun system imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari system endokrin juga diedarkan melalui darah. Darah merupakan komponen esensial makhluk hidup, mulai dari binatang primitive sampai manusia. Dalam keadaan fisiologis, darah selalu berada dalam pembuluh darah sehingga dapat menjalankan fungsinya.
Darah adalah cairan jaringan penghubung yang memungkinkan adanya komunikasi antar sel dalam tubuh dan dengan lingkungan seperti membawa oksigen, zat-zat gizi, sekresi hormone, produksi panas, zat kekebalan, dan lain-lain.
Setiap orang rata-rata mempunyai kira-kira 70 mL darah setiap kilogram berat badan atau kira-kira 3,5 L untuk orang dengan berat 50 kg. sebanyak 50 – 60 % darah terdiri atas cairan, sisanya berupa sel-sel darah. Komponen cairan darah disebut plasma, yang mengandung 90% air, dan 10% sisanya adalah bahan-bahan yang terlarut, misalnya ion-ion, glukosa, asam amino, hormone, dan berbagai macam protein. Serum pada dasarnya juga sama dengan plasma, tetapi tidak mengandung fibrinogen (yang merupakan factor koagulasi/pembekuan darah). Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) yang terdiri dari beberapa jenis dan trombosit (platelet).

Karakteristik Darah

1)   Warna : Darah arteri berwarna merah muda karena banyak oksigen yang berikatan dengan hemoglobin dalam sel darah merah. Darah Vena berwarna merah tua / gelap karena kurang oksigen dibandingkan dengan darah Arteri.
2)   Viskositas : Viskositas darah atau kekentalan darah ¾ lebih tinggi dari pada viskositas air yaitu sekitar 1.048 sampai 1.066.
3)   pH: pH darah bersifat alkaline dengan pH 7.35 sampai 7.45.
4)   Volume : pada orang dewasa volume darah sekitar 70 sampai 75 ml/kg BB atau sekitar 4 sampai 5 liter darah. 

Fungsi Darah

Secara umum fungsi darah adala sebagai berikut :
1. Respirasi, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru.
2. Nutrisi, darah mengatur zat makanan yang diserap.
3. Ekskresi, darah mengangkut zat sisa metabolik ke ginjal, paru-paru, kulit dan usus untuk dibuang.
4. Memelihara keseimbangan asam-basa dalam tubuh agar tetap normal.
5. Mengatur keseimbangan air melalui efek darah pada permukaan air antara cairan yang beredar dan cairan jaringan.
6. Mengatur suhu tubuh melalui distribusi panas tubuh.
7. Membentuk pertahanan terhadap infeksi melalui sel darah putih dan antibodi dalam sirkulasi.
8. Mengangkut hormon dan metabolisme.
9. Mengangkut metabolit koagulasi, peran ini dilakukan oleh sel trombosit dan fraksi fibrinogen yang terkandung dalam protein plasma.

Komponen Darah

Darah merupakan bagian tubuh yang memegang peranan penting dalam system transportasi baik pada binatang maupun pada manusia. Darah merupakan bagian yang berbentuk cairan yang terdiri dari dua komponen yaitu plasma darah dan bagian korpuskuli, yaitu benda-benda darah yang terdiri atas sel darah putih (leukosit), sel darah merah (eritrosit) dan keeping darah (trombosit). 


Karakteristik Darah, Fungsi Darah, Komponen Darah, Plasma darah, Sel darah  merah (Eritosit), Leukosit, Histologi sel darah putih, Neutrofil, Eosinofil, Basofil, Limfosit, Trombosit
Gambar 1. Darah tersusun dari plasma darah dan sel-sel darah

1.      Plasma darah

Cairan darah (plasma darah) men-support protein yang diperlukan untuk pembentukan jaringan , menyebarkan (mendistribusikan) cairan nutrisi sehingga semua sel tubuh menerima kebutuhan esensial, dan merupakan transportasi bahan buangan (sisa metabolisme)  ke berbagai organ pengeluaran untuk dibuang.Cairan darah juga berfungsi mengatur keseimbangan asam-basa darah untuk mengindari kerusakan jaringan. Hal ini dikarenakan ada senyawa penyangga (buffer) berupa hemoglobin, oksihemoglobin, bikarbonat, fosfat dan protein plasma.

2. Sel darah  merah (Eritosit)

Fungsi Utama sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit, adalah mengangkut hemoglobin, yang selanjutnya mengangkut oksigen dari paru ke jaringan. Selain mengangkut hemoglobin sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Bentuk sel darah merah bulat, cakram bikonkaf, cekung pada kedua sisinya, dan berdiameter 6,7 – 8,0 milimikron ( rata-rata 7,2 milimikron). Sel darah merah tidak memiliki inti sel. Dalam setiap 1 mm3 darah, terdapat kira – kira 5 juta butir sel darah merah. Masa hidup eritrosit kira – kira 120 hari, sehingga kira-kira setiap hari, 1% dari jumlah eritrosit mati dan di gantikan dengan eritrosit yang baru.

3. Leukosit

Leukosit (sel darah putih), yang terbentuk di sumsum tulang dan jaringan limfa. Leukosit berfungsi antara lain untuk membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi, sebagai antibodi untuk melawan penyakit, menangkap organisme hidup dan menghancurkannya, memecah protein asing yang berbahaya. Manfaat sel darah putih yang sesungguhnya ialah sebagian besar diangkut secara khusus kearah yang terinfeksi dan mengalami pradangan serius, dengan demikian menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap agen-agen infeksius.  Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari susmsum tulang normalnya 4 sampai 8 jam dalam sirkulasi darah, dan 4 sampai 5 hari berikutnya dalam jaringan yang membutuhkan.  Monosit juga mempunyai masa edar yang singkat, yaitu, 10 sampai 20 jam dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. 
Leukosit atau sel darah putih  merupakan unit sistem pertahanan tubuh yang utama. Leukosit sebagian dibentuk disumsum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe. Setelah dibentuk sel-sel ini di angkut di dalam darah menuju ke berbagai bagian tubuh yang membutuhkannya.
Fisiologi
Sel darah putih mempunyai beberapa fungsi dalam tubuh, yaitu :
1. Fungsi defensif : mempertahankan tubuh terhadap benda-benda asing termasuk kuman penyebab infeksi
2. Fungsi reperatif : memperbaiki atau mencegah kerusakan vaskuler. Leukosit yang memegang peranan adalah basofil yang menghasilkan heparin, sehingga pembentukan trombus pembuluh-pembuluh darah dapat dicegah.

Histologi sel darah putih
Sel darah putih (leukosit) berwarna bening (translucent). Bentuknya lebih besar bila dibandingkan dengan sel darah merah (eritrosit), tetapi jumlahnya lebih sedikit. Dalam setiap 1 mm3 darah terdapat 4000-10.000 sel darah putih .Sel ini dihasilkan dijaringan yang terdapat didalam tulang pipih dan ujung tulang panjang yaitu tempat pembentukan sel darah merah. Beberapa jenis leukosit atau sel darah putih terdapat dalam darah. Leukosit pada umumnya dibagi menjadi granulosit yang terdiri dari neutrofil, eosinofil, dan basofil. Sedangkan agranulosit terdiri dari limfosit dan monosit. Meskipun leukosit merupakan sel darah, tetapi fungsinya lebih banyak dilakukan di dalam jaringan. Selama berada di dalam darah, leukosit hanya bersifat sementara mengikuti aliran darah ke seluruh tubuh. Apabila terjadi peradangan pada jaringan tubuh, leukosit akan bermigrasi, menuju jaringan yang mengalami radang dengan cara menembus dinding pembuluh darah (kapiler). Jenis-jenis sel leukosit diantaranya adalah :
1.Neutrofil
Neutrofil adalah jenis leukosit yang paling banyak diantara jenis-jenis leukosit. Ada dua macam jenis neutrofil stab (batang) dan neutrofil segmen. Neutrofil memiliki fungsi sebagai fagositosis terhadap bakteri dalam pertahanan tubuh. Neutrofil bersirkulasi di dalam darah sekitar 10 jam dan dapat hidup 1-4 hari di jaringan ekstravaskular.
2. Eosinofil
Eosinofil terdiri 2-4 % dari seluruh sel darah putih dan meningkat bila terjadi reaksi alergi atau infeksi parasit, mempunyai kemampuan fagositosis dan menghasilkan antibodi terutama terhdapa antigen yang dikeluarkan oleh parasit.
3. Basofil
Basofil adalah jenis leukosit yang paling sedikit jumlahnya, yaitu kira-kira <2% dari jumlah keseluruhan leukosit. Basofil berperan dalam reaksi hipersensitivitas yang berhubungan dengan imunoglobulin E.
4. Limfosit
Limfosit  adalah jenis leukosit yang jumlahnya kedua paling banyak setelah neutrofil (20-40% dari total leukosit). Julah limfosit akan meningkat bila terjadi infeksi virus.
5. Monosit 
Monosit memiliki jumlah kira-kira 3-8% dari jumlah total sel leukosit. Monosit mempunyai dua fungsi yaitu sebagai fagosit mikroorganisme (khusunya jamur dan bakteri) dan benda asing lainnya, serta berperan dalam reaksi  imun. 


4. Trombosit


Trombosit adalah sel darah yang berperan penting dalam hemostasis. Trombosit melekat pada lapisan endotel pembuluh darah yang robek (luka) dengan membentul luk trombosit, trombosit tidak mempunyai inti sel, berukuran 1 – 4 µ dan sitoplasmanya berwarrna biru dengan granula ungu – kemerahan. Trombosit merupakan derivate dari megakariosit, bersal dari fragmen – fragmen sitoplasma megakariosit. Jumlah trombosit 150 .000 – 350.000/ml darah. Granula trombosit mengandung faktor pembekuan darah, adenosinbiposfat (ADT) dan adenosintriposfat (ATP), kalsium, serotonin, serta katekolamin. Sebagian besar di antaranya berperang dalam merangsang mulai proses pembekuan darah. Umur trombosit sekitar 10 hari.
Volume darah secara keseluruhan adalah satu perdua belas berat tubuh atau kira-kira lima liter.sekitar 55% adalah plasma darah, sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. Komponen darah yang berupa cairan dinamakan plasma yang terdiri dari 91 – 92% bahan cair dengan medium transport dan 7 – 9% bahan padat seperti albumin, globulin, fibrinogen, serta unsure anorganik dan organik lainnya. Fungsi umum darah adalah alat transportasi, pengaturan suhu tubuh, memelihara keseimbangan cairan, dan juga sebagai system imunitas tubuh.

Karakteristik Darah, Fungsi Darah, Komponen Darah, Plasma darah, Sel darah  merah (Eritosit), Leukosit, Histologi sel darah putih, Neutrofil, Eosinofil, Basofil, Limfosit, Trombosit
Gambar 2. Sel darah mempunyai beberapa tipe dan fungsi yang berbeda

Baca Juga:


Kata Kunci :
Karakteristik Darah, Fungsi Darah, Komponen Darah, Plasma darah, Sel darah  merah (Eritosit), Leukosit, Histologi sel darah putih, Neutrofil, Eosinofil, Basofil, Limfosit, Trombosit

Read more